Panas terik tak terperikan saat itu,bayangan diriku yang tak nampak banyak oleh karna matahari tepat enggan menunjukkan dirinya didepan mata khalyak.Ia bersembunyi di atas kepala siapa saja dan diselimuti awan putih yang tampak lalu lalang dilangit. tepat pukul 12:00 siang, ramai,ramai sekali,pak tukang jaga post datang berkali-kali meniupkan peluitnya untuk mengatur lalu lintas oleh karna orang sombong yang sudah dididik kekebalan dan keras kepala, lampu merah menyala, orang-orang kaya itu tidak menghiraukan, aku duduk sebari menunggu angkutan untuk pulang kerumah, debu-debu itu menari-nari mengikuti udara panas yang seolah-olah menggulung kawanan debu itu hingga terbentuk seperti sircus san cisco.
Dibalik ramainya tempat kumuh itu, kau melihat seorang laki-laki dengan seragam putih abu-abu tampak ingin menyebrang, ia datang menghampiri sibapk post itu sambil duduk disana.kurang lebih 15 menit berlalu,waktu enggan berhenti sejenakpun, ia tak mau. tinggi putih ia menyimpan sejuta rahasia dibalik matanya memandang dengan hampa,selama 3 hari aku bertemu dengannya dengan hal yang sama yang selalu ia lakukan,tiang pendek satpam post itu menjadi pemisah antara kami berdua menjadi sulit bagiku untuk melihatnya eyes to eyes.
Mozaik THE PERPECT LOVE menunjukkan pertannyaan-pertannyaan dunia nyataku,sungguh ia menarik perhatianku, aku tidak pernah melihat ia berbicara kepada siapapun, aku tidak pernah mendengar nada suaranya bak seperti apa, dia hanya akan melengkungkan bibirnya dan menundukkan kepalanya kala ada 1,2 orang yang lewat yang sedang menyapanya,itu pertanda ia adalah orang yang ramah. Aku selalu memperhatikan tingkahnya dari kaca hitam dibelakang tiang post itu, sungguh ia sangat menarik perhatianku, dia menggengam mata kalung salib setiapkali ia duduk disana, aku merasa waktu sedang berpihak dan menaruh belas kasihan terhadapku,saat itu benar aku diberi kesempatan untk menyapa laki-laki tak bernama itu,ia tidak memakai atribut sekolah manapun, misterius bukan main dirimu teman.
sekali ia pernah lontarkan senyumnya yang jarang itu kepadaku, entah mungkin karna ia sudah sering melihatku, nirwana i hal untukku yang tak pernah terlupakan bagiku, aku hendak menanyakan namanya, dimana ia sekolah. 1 minggu berlalu,tiba memasuki sekolah dihari pertama(senin), dengan langkah cepat aku berjalan menuju tempat biasa, jariku gemetar tidak sabar melihat laki-laki itu,sungguh tak kusangka , ia hilang entah kemana " SALAM KENAL " Tulisan itu tergores-gores oleh bati dibalik post itu, hatiku perih karna kemisteriusannya, Ia hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar